Bengkulu utara faktaclick.com -Pada 5 Agustus 2024, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Prof Dr Hazairin SH Bengkulu (Unihaz) mengadakan sosialisasi di Desa Sawang Lebar, Kecamatan Tanjung Agung Palik, Kabupaten Bengkulu Utara mengenai pencegahan stunting dengan memanfaatkan daun remunggai (kelor). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan cara mencegah stunting menggunakan bahan lokal yang bergizi.
Sosialisasi dimulai dengan sambutan dari Kepala Desa Sawang Lebar, Bapak Bundardi, yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam mendukung kesehatan masyarakat. “Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa Kukerta Unihaz yang telah memilih Desa Sawang Lebar sebagai lokasi kegiatan mereka. Sosialisasi ini sangat penting bagi kami, terutama dalam upaya pencegahan stunting. Kami berharap pengetahuan yang dibagikan hari ini dapat diterapkan oleh masyarakat dan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesehatan anak-anak di desa ini,” ungkap Bapak Bundardi.
Selanjutnya Mahasiswa Kukerta memaparkan berbagai informasi tentang stunting, termasuk penyebab dan dampaknya terhadap pertumbuhan anak-anak. Mereka juga menjelaskan bagaimana daun remunggai, yang kaya akan nutrisi, dapat menjadi solusi praktis dalam pencegahan stunting.
Di sesi sosialisasi, Ibu Veny Puspita Sari, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kukerta, turut menjelaskan manfaat remunggai secara mendetail. Ibu Veny mengungkapkan bahwa daun remunggai mengandung berbagai vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin A, C, dan E, serta zat besi dan kalsium, yang sangat bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan anak dan mencegah stunting. “Remunggai merupakan sumber gizi yang luar biasa dan mudah didapat, sehingga bisa menjadi tambahan penting dalam pola makan sehari-hari,” jelas Ibu Veny.
Para peserta, yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui dan kader posyandu, mendapatkan pemahaman baru tentang cara mengolah daun remunggai menjadi hidangan sehat seperti nugget dan puding. Selain itu, mahasiswa juga membagikan leaflet informasi dan panduan gizi seimbang tentang pengolahan remunggai kepada setiap peserta.
Sosialisasi ini diakhiri dengan pembagian olahan remunggai kepada setiap peserta, seperti nugget dan puding remunggai, sebagai contoh langsung dari manfaat gizi remunggai. Mahasiswa Kukerta dan Ibu Veny berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan stunting dan pemanfaatan potensi lokal untuk kesehatan keluarga.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan Desa Sawang Lebar dapat mengurangi angka stunting dan meningkatkan kesehatan anak-anak melalui pola makan yang lebih bergizi.
Adapun mahasiswa kukerta yg ikut andil dlm kegiatan tersebut ialah
1. ASRAF ( PERTANIAN)
2. Gita jesica ginting (teknik)
3. Feo Rentina Wahyu Meillani (Akuntansi)
4. Ayu Soleharmi (BK)
5. Santi Permata Sari ( BK)
6. Nurcholis Setia Alam (Pend. Geografi)
7. Faisal Beka Putra ( Hukum )
8. Muhammad Rizki (Fisipol)
9. Medyansyah (Manajemen)
10. Anthony Fernando (Tehnik)
11. Ricardo Antholin (Hukum)
12. Sudiman Situmeang (Hukum)
13. Desi Esa Rosalia (Fakultas Ekonomi)
14. Joni Aprizal (Hukum)(ISK)






