Bengkulu Utara,faktaclick.com – Bertempat di Aula SD Model, Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) di seluruh desa dan kelurahan Kabupaten Bengkulu Utara telah sukses dilaksanakan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Utara ini dihadiri oleh 220 operator dari 215 desa dan 5 kelurahan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Utara, Agus Sudrajat, dalam laporannya menyampaikan pentingnya acara ini dalam menghadapi regulasi terbaru serta fitur-fitur baru pada aplikasi SIKS-NG. Salah satu tantangan yang harus segera diselesaikan adalah memperbaiki 11.340 data anomali, sesuai dengan SK yang diterbitkan pada 5 Juli 2024.
“Jika data anomali ini tidak segera diperbaiki, bantuan sosial yang diterima akan dihapus dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tersebut akan dikeluarkan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” jelas Agus.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan motivasi tambahan kepada operator SIKS-NG di desa dan kelurahan, sehingga mereka lebih giat dalam memperbaiki data anomali, memperbarui data kependudukan, menginput hasil musyawarah desa/kelurahan, serta membantu masyarakat dalam pengecekan bantuan sosial.
“Masyarakat sendiri lebih paham tentang kondisi yang sesungguhnya terjadi di lapangan,” tambah Agus.
Bupati Bengkulu Utara, Ir. H. Mian, dalam sambutannya sekaligus membuka acara ini, menekankan pentingnya penurunan angka kemiskinan secara objektif dan tepat sasaran.
“Kita ingin bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada yang berhak. Tidak ada kepala daerah yang ingin angka kemiskinannya meningkat,” tegas Bupati.
Pada kesempatan ini, juga diadakan penyerahan piagam penghargaan bagi desa dan operator SIKS-NG berprestasi dalam pengelolaan data dan penurunan angka kemiskinan. Desa Bukit Makmur dari Kecamatan Pinang Raya meraih penghargaan sebagai desa terbaik dengan graduasi sebanyak 584 jiwa, sementara Maulan dari Desa Sido Mukti, Kecamatan Padang Jaya, dinobatkan sebagai operator SIKS-NG terbaik dalam perbaikan data anomali dengan total 129 jiwa.
Acara ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Asisten I dan II, Kepala Bapelitbangda, Kepala PMD, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, serta beberapa OPD dari Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah. Kolaborasi dan sinergi antar lembaga diharapkan dapat memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Bengkulu Utara melalui Gerakan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (GARDU PENANGKIS) sesuai Peraturan Bupati Nomor 1 Tahun 2023.
Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan seluruh operator SIKS-NG dapat lebih proaktif dalam melakukan perbaikan data dan turut serta dalam upaya pemerintah mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Bengkulu Utara. Semoga kolaborasi yang solid antar lembaga terus terjalin untuk kesejahteraan masyarakat Bengkulu Utara./ADV






