Rejang Lebong, Faktaclik.com – Rejang Lebong, 15 Juli 2025
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rejang Lebong sukses melaksanakan proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SD dan SMP Tahun Ajaran 2025/2026. Penerimaan dilakukan melalui beberapa jalur, yakni jalur prestasi, zonasi, dan Kartu Merah Putih (jalur tidak mampu).
Terhitung sejak Senin (14/7/2025), para siswa baru di jenjang SD dan SMP yang telah lolos seleksi mulai masuk sekolah untuk pertama kalinya.
Saat ditemui oleh awak media Faktaclik.com di ruang kerjanya, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong, Zakaria Effendi, M.Pd, menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak adanya laporan kendala dari para kepala sekolah baik di jenjang SD maupun SMP.
Terkait dengan SMP favorit yang berada di pusat Kota Curup—seperti SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 5—yang kerap menjadi incaran siswa karena letaknya yang strategis, Zakaria memastikan bahwa ketiga sekolah tersebut tidak mengalami kelebihan kuota. Ini menunjukkan bahwa SMP yang berada di luar pusat kota tetap eksis dan kondusif dalam melaksanakan penerimaan siswa baru melalui sistem yang sama.
Sementara itu, mengenai siswa yang tidak lolos dalam proses seleksi di masing-masing sekolah, Zakaria menegaskan bahwa hal itu sepenuhnya merupakan kewenangan pihak sekolah berdasarkan ketentuan dari masing-masing jalur penerimaan.
“Kita mendukung penuh jalannya pendidikan yang berkualitas melalui sistem yang telah ditetapkan. Setiap siswa diterima melalui jalur masing-masing, baik itu jalur prestasi, zonasi, maupun jalur Kartu Merah Putih, dengan tujuan agar mereka benar-benar memperoleh pendidikan yang layak,” ujar Zakaria.
Zakaria juga menambahkan bahwa harapan ke depan adalah agar para siswa SD dan SMP yang diterima benar-benar bisa menjadi generasi yang potensial dan berpengetahuan sesuai dengan jenjang dan bidangnya masing-masing.
“Regenerasi Kabupaten Rejang Lebong harus mampu melahirkan generasi yang berpotensi, berpengetahuan, dan tidak berakhlak kerdil. Maka dari itu, kami juga memperhatikan kualitas tenaga pengajar yang profesional di bidangnya—baik di tingkat TK, SD, maupun SMP—agar dapat berkontribusi dan mengabdi untuk bangsa ini di mana pun mereka berada, sesuai dengan cita-cita dan kemampuan masing-masing,” pungkas Zakaria.
Reporter: Iskandar Sy. N.












